Jelang Tahun Baru 2012 , Puluhan Pedagang Mremo Trompet
Sabtu, 31 Desember 2011 | 20.14 WIB

Tahun baru tanpa tiupan trompet kurang nyes kedengarannya , oleh karena itu moment ini digunakan sejumlah orang untuk ”mremo” jualan trompet menjelang tahun baru. Seperti halnya kawasan pertigaan ”Bunderan ” Pecangaan sampai dengan pasar Sabtu sore (31/12/2011) tampak puluhan pedagang trompet berjajar rapi menawarkan dagangannya. Bermacam-macam trompet ditawarkan untuk memeriahkan tahun baru nanti malam. Selain terbuat dari kertas berwarna-warni model lama , kini muncul trompet model baru dari bahan plastik tanpa ditiup . Kita tinggal memencetnya akan keluar suara nyaring .
” Yang bahan kertas semacam ini paling mahal Rp 10.000,- paling besar , yang ini Rp 2.000- Rp 4.000,-. Dan yang istimewa trompet dari plastik ini tinggal pencet saja harganya Rp 15.000,-. ”, ujar Dani pedagang trompet yang mangkal di pasar Pecangaan pada warta Demak .
Dani yang ditemani istrinya mengatakan , ”mremo ” trompet pada tahun ini tidak seramai dengan tahun yang lalu . Selain jumlah yang mremo bertambah banyak juga kondisi cuaca yang cukup menganggu. Jika gerimis atau hujan datang dagangan bisa dikatakan sepi , karena para pelanggan jarang yang keluar rumah. Padahal menjelang tahun baru ini kawasan Pecangaan sekitarnya cuacanya mendung terus , oleh karena itu dia harus waspada jika hujan datang dagangan harus diselamatkan agar tidak basah. Oleh karena itu dia telah mempersiapkan plastik untuk mengantisipasi jika hujan datang dengan tiba-tiba.
” Mudah-mudahan malam ini tidak hujan agar dagangan kami bisa habis , selain itu yang memeriahkan tahun baru biar puas ”, harap Dani sambil menata dagangannya.
Trompet-trompet yang dijajakan dipinggir jalan itu , di pasok oleh pedagang dari luar kota. Dia hanya menjualkannya saja setiap satu trompet ia mengambil keuntungan Rp 1.000 – Rp 5.000,- tergantung jenis trompet . Pada tahun-tahun yan lalu hasilnya cukup lumayan dalam satu malam saja dia bisa mendapatkan upah Rp 100 ribu – 200 ribu jika dagangannya bisa habis semua. Oleh karena itu ketika malam jelang tahun baru tahun ini dia kembali membuka lapaknya dan mengambil dagangan dari pedagang langganannya. Dengan harapan dia bisa menangguk keuntungan dari kemeriahan tahun baru malam ini.
Selain trompet berbagai jenis , ia juga menjual kembang api yang dipajangnya diatas meja kecil . Selain dia masih ada puluhan pedagang yang mengharap keuntungan dari datangnya tahun baru 2012. Selamat Tahun Baru 2012 treeeeeeeeeeet treeeeeeeeeeeet ,teeeeeet.(Fatkhul Muin)






