Hebat !!!! PAMSIMAS Desa Jetak , Dapatkan Hibah Insentif Desa
Rabu, 18 Januari 2012 | 22.40 WIB

Hebat itulah kata pertama yang terucap jika kita melihat Kiprah LKM “ Mandiri” Desa Jetak kecamatan Wedung kabupaten Demak . Dari beberapa desa yang mengelola Pamsimas hanya LKM “Mandirilah “ yang mendapatkan HID ( Hibah Insentif Desa) yaitu penghargaan khusus yang diberikan pemerintah bagi LKM pengelola Pamsimas yang terbaik. Baik dari segi pengelolaan sarana prasarananya, administrasi, dan juga lingkungan. Sehingga keberadaan Pamsimas ini bisa merubah pola Hidup bersih dan sehat bagi masyarakat selain sebagai penyedia air bersih berbasis masyarakat.
“ Saya mengucapkan terima kasih atas diperolehnya HID Pamsimas pada tahun 2010 yang lalu, dengan penambahan instalasi pengolahan air bersih ini maki bisa meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dari segi kualitas dan kuantitas “ ujar Ubaid Ketua LKM “ mandiri” pada Warta Demak yang menemuinya di instalasi PAMSIMAS.
Ubaid yang sejak tahun 2003 telah mengelola LKM “ Mandiri” mengatakan, PAMSIMAS bagi warga Jetak cukup bermanfaat utamanya dalam pelaksanaan PHBS ( Pola Hidup Bersih dan Sehat ). Dulu sebelum adanya PAMSIMAS hampir semua warga MCK nya menggunakan air sungai , saluran atau blumbang di dekat rumah. Sehingga dahulu biasa jika ada warga desa yang madi bersama-sama dengan hewan ternak seperti kerbau dan sapi dalam satu sungai. Namun pemandangan itu saat ini jarang kita temui .
Warga desa sudah membiasakan hidup sehat dengan membuat kamar mandi dan WC disetiap rumah masing-masing meski dalam kondisi sederhana. Untuk mencuci pakaian dan barang perabotan rumah tanggapun kini semua dilakukan dirumah sehingga kesan kumuh yang dulu ada , kini sudah menjadi pemandangan yang hijau karena di pekarangan rumah mereka ditumbuhi banyak tanaman setelah air terpenuhi.
Ubaid yang guru Mts mengatakan , dengan didapatkannya PAMSIMAS HID tersebut jumlah pelanggan yang ia kelola bertambah banyak , meski saat ini belum seluruh warga desa Jetak terpenuhi namun fihaknya terus berusaha agar mereka mendapatkan alioran air dari PAMSIMAS. Selain terkendala dengan instalasi pengolahan air yang masih kurang juga jaringan kapasitas pipanya masih kecil. Idealnya pipa yang ditanam menuju ke rumah warga besarnya 3- 4 inch , namun pada tahap awal ukuran pipa hanya 1,5 inch . Akibatnya pelanggan yang rumahnya jauh dari instalasi banyak yang tidak kebagian air karena aliran sangat kecil.
“ Itulah kendala yang kita hadapi yaitu masalah pipa yang kecil , sehingga pernah ada kemacetan kita harus “Ngoroki” pipa satu persatu karena sudah penuh dengan kerak sehingga air sulit mengalir. Harapan kami ke depan pemerintah dapat membantu penggantian pipa diganti dengan yang baru secara bertahap “, ujar Turipan (56) tekhnisi PAMSIMAS desa Jetak.
Kendala lainnya adalah mesin pompa saat ini tekananya kurang besar sehingga daya jangkau aliran air terbatas sekali . Banyak pelanggan jauh yang mengeluh sering tidak kebagian air atau alirannya sangat kecil. Mengingat kondisi keuangan LKM “ Mandiri” yang terbatas hanya cukup untuk operasional saja maka rencana untuk memperbesar daya dorong air belum terpenuhi. Namun demikian setelah mengetahui permasalahannya pelangganpun menyadari.
“ Dari pembayaran rekening listrik warga setiap bulannya , setelah dikurangi biaya operasional pembelian kaporit, tawas, listrik dan juga tenaga masih ada kelebihannya meski sedikit. Sehingga LKM benar-benar mandiri dalam mengelola PAMSIMAS ini . Usulan kami kalau bisa ada penggantian mesin pompa untuk mendorong air yang lebih besar sehingga pelanggan yang jauh bisa tercukupi “, kata Ubaid menutup sua. (FM)






