MA “Ianatuth Thulab” Mutih Kulon Demak

MA “Ianatuth Thulab” Mutih Kulon Demak , Bekali Siswa Ketrampilan Komputer Dan Internet

Senin, 16 Januari 2012 | 08.00 WIB
Warta Demak -

Desa Mutih Kulon kecamatan Wedung kabupaten Demak dibidang pendidikan cukup menonjol dibandingkan dengan desa lainnya. Selain pendidikan dasar seperti SD, MI dan MTs , di desa ini juga mempunyai pendidikan menengah yaitu Madrasah Aliyah . Sejak tahun 1981 di desa yang juga  kental dengan nuansa pondok pesantrennya ini mendirikan Madrasah Aliyah yang di beri nama “ Ianatuth Thulab “. Dengan  harapan untuk menampung lulusan MTs yang pada waktu jarang yang melanjutkan ke pendidikan selanjutnya karena terbentur oleh biaya. Dari rintisan ulama sepuh KH. Mas’udi , KH. Ali Murthado dan KH. Manshur maka berdirilah Madrasah Aliyah itu yang didukung oleh segenap masyarakat desa Mutih Kulon dan sekitarnya.

“ Pada waktu pendirian dahulu jumlah siswanya hanya beberapa puluh saja , namun dalam perkembangan saat ini jumlah siswa kami ada 155 siswa dari kelas X sampai kelas XII. Alhamdulillah dalam setiap tahunnya ada perkembangan meski jumlahnya relative kecil karena desa tetangga terdekat banyak yang mendirikan sekolah baru “, ujar Drs. M. Wafiq Ishom Kepala MA “Ianatuth Thulab” pada Warta Demak di ruang kerjanya.

Alumni IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengemukakan , dalam perkembangannya mulai berdiri sampai sekarang Madrasah ini tidak hanya menampung siswa dari desa Mutih Kulon saja . Namun Siswanya juga datang dari desa tetangga seperti Mutih Wetan , Kendalasem, Jungpasir dan sebagian juga dari daerah Jepara. Melihat kenyataan itulah maka fihak madrasah terus mengadakan peningkatan diberbagai bidang utamanya mutu pendidikan , sarana prasarana dan juga tenaga kependidikan. Untuk mutu pendidikan selain bidang studi wajib sesuai dengan kurikulum yang ada , fihak madrasah juga mengadakan kegiatan khusus yang menunjang potensi siswa yaitu pendidikan computer dan internet. Diharapkan selain menguasai bidang studi yang ada lulusan dari MA “ Ianatuth Thulab” bisa menguasai computer dan internet .

“ Dalam tahap awal ini kami baru mempunyai computer sebanyak 12 unit yang pada prakteknya satu computer untuk dua siswa . Oleh karena itu kami masih mengharapkan bantuan dari pemerintah lagi tambahan computer sebanyak 18 komputer sehingga satu anak bisa memegang satu computer. Agar pembelajaran lebih efektif “ kata M.Wafiq Ishom yang menjabat Kepala Sekolah sejak tahun 1991.

Selain pendidikan computer ada satu keunggulan lagi yang bisa di tonjolkan siswa di Madrasah ini , karena desa Mutih Kulon sejak dahulu bernuansa Pondok Pesantren maka dengan bekerjasama dengan pondok siswa diberi tambahan pelajaran mengkaji kitab kuning atau salaf. Oleh karena itu lulusan siswa dari Madrasah ini sekembalinya ke masyarakat diharapkan bisa berbaur dan mengamalkan ilmunya kepada masyarakat. Selain pesantren kilat jika ramadhan tiba , pengkajian  kitab salaf ini diberikan pada  jam khusus yang terintegerasi dengan bidang studi lainnya.

 

Untuk ke depannya dia mempunyai harapan di Madrasah ini juga ada pembelajaran Bahasa Arab yang menganut pembelajaran di Pondok Pesantren Gontor . Dengan harapan siswa-siswi yang lulus dari madrasah ini mempunyai ketrampilan khusus “ Berbahasa Arab” secara teori maupun praktek. Namun semua itu masih dalam tahap wacana karena memerlukan sarana prasarana khusus dan kesiapan lainnya. Selain itu juga diperlukan dukungan seluruh fihak utamanya pengelola sekolah, instant terkait dan juga masyarakat.

“ Untuk itulah ke depan Madrasah Aliyah ini akan dipisah dengan MTs dengan mengambil lokasi baru yang lebih luas , selain gedung pembelajarannya di lokasi itu juga akan berdiri laboratorium baik computer , bahasa dan juga lainnya untuk mendukung kemajuan sekolah ini . Untuk tanahnya sudah ada yang menyediakan tinggal bangunannya kita nanti berkoordinasi dengan masyarakat juga mengharap bantuan dari pemerintah pusat “ kata M. Wafiq Ishom yang dikenal aktif dalam kegiatan di desa.

Dengan relokasi di tempat baru itu diharapkan ada nuansa baru bagi siswa Madrasah sehingga semangat belajarnya lebih tinggi , selain itu juga menambah keinginan siswa lokal agar tetap bersekolah di desanya sendiri. Melihat kondisi ekonomi yang semakin sulit inilah maka pengelola berkeinginan untuk terus menaikkan jumlah siswa yang diharapkan datang dari desa-desa terdekat yang belum mempunyai pendidikan setingkat SMA , MA atau SMK.

Ketika disinggung prestasi siswanya , Wafiq yang alumni ponpes Gontor mengemukakan dalam berbagai event yang diselenggarakan oleh Kementrian Agama  sekolahnya terus turut aktif . Beberapa siswanya ada yang meraih juara tingkat kabupaten diantaranya lomba Tenis Meja  dan Kaligrafi . Selain itu beberapa alumni dari MA ini juga banyak yang telah berperan dalam memajukan pendidikan di kabupaten Demak ini misalnya menjadi guru dan Kepala Sekolah. (D-1/FM)

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan komentar, tanggapan, kritik atau apapun untuk tulisan di atas. Kami berhak tidak menampilkan tanggapan atau komentar jika tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau tidak sesuai topik.

Tinggalkan Komentar