Siti Mas’udatun , Teladan Berkat Kedisiplinan
Selasa, 3 Januari 2012 | 08.11 WIB

Jepara - Bagi Siti Mas’udatun tugas atau pekerjaan adalah suatu amanat , oleh karena itu semua harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh dan penuh kedisiplinan. Dengan resep itulah tahun 2011 yang lalu dia meraih juara 2 Lomba Bidan Teladan se Provinsi Jawa Tengah , dan tahun 2010 meraih juara 1 tingkat kabupaten Jepara. Dengan kesungguhan dan kedisiplinan itulah dia merubah pola hidup masyarakat dari kurang peduli akan pentingnya kesehatan menjadi peduli dan tahu akan pentingnya kesehatan itu sendiri.
Terjun menjadi bidan diawali tahun 1995 selepas lulus DI Kebidanan di Akbid Pemda Kudus dan PTT di desa Bulak Baru yang kebetulan desa IDT. Pertama kali terjun menjadi Bidan di desa sudah dihadapkan dengan pelaksanaan lomba P2WKSS, dimana dia harus menjadi seorang bidan sekaligus kader desa yang harus tahu segala bidang. Namun berkat kerja keras dan kesungguhan maka tidak ada kesulitan membina desa khususnya dibidang kesehatan ibu dan anak . Justru di ajang lomba P2WKSS ini dia mendapatkan banyak pengalaman dan bimbingan baik dari lintas program maupun lintas sektoral.
” Alhamdulilah berkat bimbingan dari Puskesmas, Dinas Kesehatan kabupaten dan juga lintas program dari kecamatan desa Bulak Baru kecamatan Kedung kabupaten Jepara meraih juara 2 tingkat propinsi ” kenang ibu Siti Mas’udatun .
Setelah tiga tahun mengabdikan diri di desa Bulak Baru , tahun 1998 ia dipindahkan tugaskan menjadi Bidan desa di desa Menganti kecamatan Kedung yang merupakan desa Kelahirannya dengan jumlah penduduk yang cukup besar . Di desa ini juga timbul berbagai permasalahan yang menyangkut kesehatan ibu dan anak , diantaranya pasifnya Pos Yandu , minimnya kader dan juga kurangnya kunjungan polindes sehingga jarang sekali bayi atau bumil memeriksakan kesehatannya.
Melihat itu , dia mengambil inisiatif untuk menjadikan posyandu sebagai kebutuhan masyarakat dengan melakukan berbagai upaya diantaranya dengan advokasi kepada pemerintah desa dengan mengajukan berbagai kegiatan untuk berkembangnya posyandu di desa Menganti. Membentuk kader posyandu, memindahkan tempat pos yandu ke tempat yang strategis , pendataan ibu hamil, bayi dan balita. Selain itu pula mengadakan Penyuluhan pentingnya posyandu untuk bayi, balita dan ibu hamil , kegiatan arisan dimasing-masing posyanduuntuk mengikat ibu-ibu hamil, bayi dan balita. Serta yang tidak kalah pentingnya mengajak ibu hamil, bayi dan balita ke posyandu.
” Karena pentingnya pos yandu itulah kami mensosialisakin lewat pengajian ibu-ibu dan berbagai acara di desa. Alhamdulillah berkat kesungguhan kami dan kader di desa kunjungan posyandu naik cukup besar dari 1-5 bayi menjadi 50 – 100 bayi per posyandu . Dari posyandu dengan strata pratama menjadi posyandu strata mandiri ”, ujar Bidan Siti Mas’udatun pada wartawan yang menemuinya.
Untuk lebih memprofesionalkan diri mengabdikan kemampuannya ke masyarakat pada tahun 2000 Bidan Siti Mas’udatun melanjutkan kuliahnya ke Akbid Kudus dan harus rela keluar dari PTT. Meski keputusan itu cukup berat namun karena pentingnya ilmu tersebut dia melepas kontrak PTT demi melanjutkan kuliah . Bulan April 2004 kuliahnya selesai , namun pada waktu itu belum ada kontrak baru maupun rekrutmen CPNS Bidan . Akhir bulan oktober 2004 barulah ada pengangkatan bidan PTT lagi di wilayah Puskesmas Kedung I dan ditempatkan di desa Rau . Namun dua bulan kemudian dia dipindah tugaskan kembali ke desa Menganti desa binaannya dulu.
Namun ketika kembali memasuki desa itu dia terkejut , apa yang dibinanya dulu macet karena kurangnya pembinaan dan motivasi . Jumlah kunjungan posyandu kembali merosot, kader kembali tidak aktif sehingga kunjungan yang dulu mencapai 80 persen kembali ke satu atau dua lagi begitu juga kunjungan pasien di pos kesehatan turun drastis. Melihat itu naluri pengabdiannya muncul kembali dengan semangat , ketekunan dan kedisiplinan kembali ia terapkan . Beberapa bulan kemudian hasil kerja kerasnya mulai nampak , dengan advokasi pemerintah desa , pendekatan ke tokoh masyarakat, pembinaan dan penyuluhan kader akhirnya kegiatan itu hidup kembali.
” Bahkan dalam jangka waktu dua tahun berjalan kami bisa menggiatkan kembali peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan misalnya memprogramkan dana sosial untuk ibu bersalin diseluruh posyandu, membentuk ambulan desa di lima posyandu, membentuk paguyuban donor darah, merintis dana sehat dan juga membentuk posyandu lansia ” tambah Bidan Siti Mas’udatun yang telah lulus DIII Akbid Pemda Kudus .
Ketika ditanya kendala Ibu Bidan yang murah senyum mengemukakan, sebelum ada PKD ( Poliklinik Kesehatan Desa ) dia harus menyambangi pasien lewat beberapa pos yang ada , selain itu juga mendatangi binaan door to door. Memberikan penyuluhan secara terus-menerus lewat berbagai kesempatan diantaranya pengajian ibu-ibu , anak sekolah dan juga remaja . Namun semenjak adanya PKD yang dibangun tahun 2009 dan bertempat di komplek balai desa setempat tugas sebagai Bidan Desa yang ia jalani lebih ringan .
Di PKD itu ia bisa mencurahkan waktu sepenuhnya untuk melayani kebutuhan kesehatan masyarakat dengan dibantu oleh dua kader yang dibiayai secara mandiri . Meski kondisinya kecil , namun bisa dikatakan sebagai PKD yang patut di contoh oleh PKD yang lainnya . Selain kondisinya yang bersih seperti layaknya Puskesmas atau Rumah sakit juga ruangannya komplit mulai sari pendaftaran, ruang pemeriksaan, ruang bersalin sampai ruang obat dan juga sanitasinya. Sehingga warga yang berobat atau memeriksakan kesehatannya merasakan kenyamanan tersendiri . Dengan kondisi tersebut jumlah kehadiran pasien atau warga yang berobat dalam kesehariannya cukup banyak . Dari buku kehadiran pasien setiap harinya berkisar 25 – 40 orang.
” Meski kami agak kewalahan juga namun dalam hati kami senang , karena apa yang kami terapkan pada mereka sudah membuahkan hasil . Utamanya warga masyarakat peduli akan kesehatan mereka sendiri utamanya kesehatan bumil, bayi dan balita ”, kata Bidan Siti Mas’udatun yang juga Bendahara IBI Jepara di PKD desa Menganti.
Ketika ditanya kesan dan pesan , Bidan Siti Mas’udatun yang merupakan satu-satunya Bidan Delima di Puskesmas Kedung I mengatakan , sebagai Bidan Desa harus tahu tugas dan kewajibannya dan selalu berkoordinasi dengan yang lainnya sehingga pelayanan kepada masyarakat selalu prima. Selain itu kedisiplinan dalam bekerja suatu keharusan ,dengan disiplin ini kita bisa menjalankan tugas dengan enjoy dan nyaman dan hasilpun dapat maksimal ( Fatkhul Muin)







salut buat bu Mas’udatun,, beliau yg pernah membimbing saya saat praktik di Bidan saat masih kuliah,,,,semoga bsa meneladani perjuangan beliau,,,aminn
semangat bu, saya mengagumi anda