Sri Midah, S Pd Kepala TKIT H. Djoepri Yang Santun Dan Amanah

Sabtu, 25 Februari 2012 | 08.16 WIB
Warta Demak -

Bagi Sri Midah, S Pd menjadi guru adalah cita-citanya sejak kecil , oleh karenanya ketika kuliah di Perguruan Tinggi ia memilih IKIP Semarang sebagai tempatnya belajar untuk menimba ilmu . Cita-cita itu sudah kesampaian semenjak tahun 2003 ia menjadi guru dan juga Kepala TKIT Yayasan Keluarga H. Djoepri yang cukup dikenal di kawasan Kalinyamatan. Jumlah siswanya cukup banyak , guru-gurunya semua kompeten serta fasilitas tidak kalah dengan sekolah lainnya. Sehingga setiap tahun ajaran baru sekolah ini menjadi “jujugan” orang tua untuk menitipkan anaknya belajar dan bermain.

“ Alhamdulillah selama hampir sepuluh tahun saya berhidmat disini , semuanya berjalan lancar . Sekolah ini terus berkembang dan diminati oleh warga masyarakat . Itu semua berkat kerjasama semua komponen disini bukan hasil kerja saya semata “ tutur Ibu Sri Midah (43) wanita kelahiran Pati pada kabarseputarmuria .

Menjadi Guru memang pilihan hidupnya sejak kecil , namun keseriusannya menekuni profesi yang mulia ini ketika dia magang atau belajar di PAUD D Nado Kudus . Di sana ia belajar banyak mengenai pendidikan anak usia dini yang tidak ia dapatkan dibangku kuliahnya karena ia mengambil jurusan PKK. Namun demikian menurutnya ada kesamaan meski sedikit karena kuliahnya dulu ada juga pendidikan keguruannya. Tetapi di PAUD D N ado Kudus ini dia langsung praktek membimbing anak serta mengatasi berbagai hal yang berkaitan dengan pendidikan anak.

“ Nah setelah dirasa mampu untuk mengajar itulah kami bersama teman merintis PAUD di daerah Kalinyamatan ini , apalagi setelah bernaung dibawah sebuah Yayasan yang cukup besar ini khidmat saya terus bertambah tertantang , Dan alhamdulilah sampai sekarang saya masih memimpin TKIT ini “, kata Sri Midah dengan santun.

Resep atau trik keberhasilan memimpin sekolah untuk anak-anak ini menurut Sri Midah ibu 3 putra tidaklah istimewa. Selain profesionalitas , Disiplin dan juga komunikasi yang baik antar guru, pengelola dan orang tua /wali murid. Sebagai pemimpin harus memberi contoh atau tauladan yang baik untuk teman-temannya dalam berbagai hal. Jika ada kekurangan atau kesalahan harus diingatkan secara santun dan memberikan solusi atau pemecahan setiap ada masalah.
Komunikasi dengan peserta didik serta orang tua wali harus berjalan setiap waktu . Oleh karena itu pada waktu-waktu tertentu fihak sekolah mengadakan kegiatan yang melibatkan siswa dan juga orang tua , misalnya kegiatan buka bersama , anjangsana ke panti asuhan Yatim , kegiatan out bond dan kegiatan kunjungan lainnya. Begitu juga komunikasi dengan sesama guru atau pengajar harus terjalin bagus setiap harinya. Diantaranya pemantauan ketika KBM berjalan , kegiatan ketika istirahat dan kegiatan rapat evaluasi setiap bulannya.

“ Ya komunikasi , koordinasi dan juga suri tauladan itulah resep keberhasilan sekolah ini dalam melayani pendidikan untuk masyarakat . Sehingga dasri awal berdirinya sudah hampir 10 tahun sekolah ini berjalan jumlah siswanya juga terus berkembang tidak hanya warga desa Kalinyamat saja tetapi warga desa lain sudahn mulai melirik sekolah ini “, tambah Sri Midah yang istri Drs. Syukur Abdullah Carik desa Banyu Putih.

Selama hampir sepuluh tahun berkhidmah di PAUD , Sri Midah memperoleh banyak pengalaman dan juga kebahagiaan . Selain bisa mengamalkan ilmu dan berbuat baik untuk orang lain juga bisa menambah penghasilan untuk keluarganya . Apalagi setelah diterimanya sertifikat mengajar yang menjadi dambaan setiap guru selain professional dia juga mendapatkan tunjangan pendidikan dari pemerintah . Itu semua berkat kerja kerasnya mendidik anak-anak serta keseriusannya untuk belajar demi kemajuan sekolah yang dipimpinya. (Fatkh.M)

Tinggalkan komentar, tanggapan, kritik atau apapun untuk tulisan di atas. Kami berhak tidak menampilkan tanggapan atau komentar jika tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau tidak sesuai topik.

Tinggalkan Komentar